Sebenarnya ada apa sih dengan KKN??? Sampai sebegitu hebohnya orang2 membicarakan masalah KKN. Dari awal mulai semester enam, orang2 sudah pada heboh sama KKN. Apalagi setelah dibukanya pendaftaran KKN. Dan yang nggak kalah hebohnya lagi saat pengumuman lokasi KKN keluar. Nggak di dunia nyata, nggak di dunia maya, semua membicarakan KKN. Sampai2 grup unand 2009 wall nya penuh dengan berbagai postingan tentang KKN.
Sebenarnya aku juga heboh membicarakan KKN dengan teman2ku. Tapi gak seheboh orang lain. Saat pengumuman lokasi KKN kluar, aku dismsin oleh temanku Bae. Dia bilang klo pengumuman lokasi KKn udah keluar. Trus aku ditempatkan di kab. Agam, tapi dia lupa nama nagarinya. Saat aku sampai di kelas semua orang sudah heboh dengan pengumuman lokasi kkn. Aku pun juga tak mau ketinggalan. Rasa penasaranku juga bangkit untuk ingin tahu di mana aku ditempatkan dan siapa saja teman2ku nanti.
Setelah ku lihat, teman2 yang satu lokasi denganku ada 16 orang. Tapi entah kenapa beberapa hari setelah itu teman2 yang satu lokasi denganku cuma tinggal 13 orang. Nggak tau deh yang tiga lagi kemana. Aku cuma berharap teman2ku nanti semuanya baik2 dan kami bisa berteman dan bekerja sama dengan baik. ^_^
Besok adalah hari pertama coaching kkn. Beberapa teman2 yang satu lokasi kkn sudah ku temukan di fb. Kami juga sudah chatting2an dan tukaran nomor hp. Respon mereka baik2 smua. Smoga besok semuanya berjalan lancer dan baik. Amin Ya Rabb.





Segitiga Bermuda
Segitiga Bermuda atau The Bermuda Triangle mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita. (bener g ya?? Atau masih ada yg blum tw??). Segitiga Bermuda merupakan wilayah imajiner yang menghubungkan Puerto Rico, perairan Florida, dan Bermuda. Banyak peristiwa-peristiwa aneh yang terjadi ketika ada sesuatu yang melewati daerah Segitiga bermuda. Walaupun kejadian janggal itu tidak setiap hari terjadi.
Membicarakan topik ini memang gak akan ada habisnya dan selalu menjadi misteri. Sampai sekarang masih banyak pendapat mengenai Segitiga Bermuda ini. Mulai dari hal-hal yang bersifat ilmiah sampai pada hal-hal yang mistis.
Menurut Wikipedia Indonesia Segitiga Bermuda (bahasa Inggris: Bermuda Triangle), kadang-kadang disebut juga Segitiga Setan adalah sebuah wilayah lautan di Samudra Atlantik seluas 1,5 juta mil2 atau 4 juta km2 yang membentuk garis segitiga antara Bermuda, wilayah teritorial Britania Raya sebagai titik di sebelah utara, Puerto Riko, teritorial Amerika Serikat sebagai titik di sebelah selatan dan Miami, negara bagian Florida, Amerika Serikat sebagai titik di sebelah barat.
Segitiga bermuda sangat misterius. Sering ada isu paranormal di daerah tersebut yang menyatakan alasan dari peristiwa hilangnya kapal yang melintas. Ada pula yang mengatakan bahwa sudah menjadi gejala alam bahwa tidak boleh melintasi wilayah tersebut. Bahkan ada pula yang mengatakan bahwa itu semua akibat ulah makhluk luar angkasa.
Menurut catatan kebaharian, peristiwa terbesar yang pernah terjadi di wilayah ini adalah lenyapnya sebuah kapal berbendera Inggris, Atalanta, pada 1880. Tanpa jejak secuilpun, kapal yang ditumpangi tiga ratus kadet dan perwira AL Inggris itu raib di sana. Selain Atalanta, Segitiga Bermuda juga telah menelan ratusan kapal lainnya.
Flight 19 yang hilang di Segitiga Bermuda


 Di lain kisah, Segitiga Bermuda juga telah membungkam puluhan pesawat yang melintasinya. Peristiwa terbesar yang kemudian terkuak sekitar 1990 lalu adalah raibnya iring-iringan lima Grumman TBF Avenger AL AS yang lebih dikenal dengan “Flight 19″ tengah berpatroli melintas wilayah laut ini pada siang hari 5 Desember 1945. Setelah sekitar dua jam penerbangan komandan penerbangan melapor, bahwa dirinya dan anak buahnya seperti mengalami disorientasi. Beberapa menit kemudian kelima TBF Avenger ini pun raib tanpa sempat memberi sinyal SOS. Anehnya, misteri Avenger tak berujung di situ saja. Ketika sebuah pesawat SAR jenis Martin PBM-3 Mariner dikirim mencarinya, pesawat amfibi gembrot dengan tigabelas awak ini pun ikut-ikutan lenyap. Hilang bak ditelan udara.
Martin PBM-3 Mariner, yang ditugaskan mencari "Flight 19" juga hilang di segitiga Bermuda. Keesokan harinya ketika wilayah-wilayah laut yang diduga menjadi tempat kecelakaan keenam pesawat disapu enam pesawat penyelamat pantai dengan 27 awak, tak satu pun serpihan pesawat ditemukan.
Ajaibnya… Tahun demi tahun berlalu. Sekitar 1990, tanpa dinyana seorang peneliti berhasil menemukan onggokan kerangka pesawat di lepas pantai Fort Launderdale, Florida. Betapa terkejutnya orang-orang yang menyaksikan. Karena, ketika dicocok kan, onggokan metal itu ternyata bagian dari kelima TBF Avenger!
Dari penyelidikan terakhir Segitiga Bermuda tahun 2011 di program TV Discovery & National Geographic, menyatakan bahwa terjadinya gangguan mesin, kompas & alat navigasi lain karena adanya daya magnet lokal (bukan magnet kutub) yang dihasilkan dari bawah kulit bumi pada daerah tersebut. Bukti baru ini telah diselidiki oleh para ahli dengan citra satelit di daerah tersebut. Lalu para ahli beserta para pilot berpengalaman menyusuri daerah sekitarnya dan terbukti pula bahwa alat-alat navigasi dalam kokpit berubah dan terganggu. Karena  teknologi masa kini semakin canggih, maka dapat di pantau pula melalui satelit.
Dari citra satelit dengan infra red, ultra violet & lainnya yang memantau daerah itu telah terbukti bahwa di dalam kerak bumi pada daerah tersebut terdapat pusaran-pusaran lava panas yg menghasilkan gelombang-gelombang elektromagnet sampai menembus ke luar permukaan bumi. Pusaran-pusaran panas yang berupa lava cair di dalam kerak bumi berputar seperti layaknya hurricane atau thypoon yang diameternya sangat besar dan terjadi di bawah kerak bumi.
Jadi jika bumi diibaratkan balon yang diisi air, karet balon adalah kerak bumi sedangkan air dalam balon adalah magma/lava cair yang berada di dalam inti bumi. Cairan lava dibawah mantel Bumi tersebut memiliki tekanan dan panas yang berbeda-beda. Cairan tersebut juga memiliki “arus” dan dapat berputar-putar seperti jika kita baru merebus air. Gerak arus lava yang berputar-putar tersebut ternyata juga menimbulkan medan magnetik.
Medan magnet yang dihasilkan dapat menimbulkan gelombang elektromagnet dan dapat mempengaruhi alam sekitarnya hingga ke atas kerak bumi / permukaan bumi dan membuat alat navigasi menjadi berantakan dan tak berfungsi sempurna.
Akibat peralatan navigasi yang terpengaruhi oleh medan magnet dari putaran-putaran lava di dalam mantel Bumi inilah yang akhirnya membuat peralatan navigasi terganggu dan membuat tujuan atau rute yang direncanakan akan dituju mengubah halauan sang kapten dan pilot.
Hingga kini, tiada satupun ada orang yang selamat (survivor) yang berhasil ditemukan. Bahkan bangkai pesawatpun tak berbekas sama sekali. Oleh sebab itulah, teori mengenai medan magnet lokal akibat adanya putaran-putaran lava di dalam kerak Bumi bukan hanya satu-satunya teori.
Teori tentang akibat adanya campur tangan UFO atau pengaruh Geografi dan iklim (alamiah) serta pengaruh medan magnet, masih merupakan beberapa teori dari adanya teori-teori lainnya tentang Segitiga Bermuda ini. Selama itu belum mutlak pasti, misteri masih terbuka lebar. Namun yang jelas dalam beberapa dekade terakhir, kecelakaan sangat jarang sekali terjadi bahkan bisa dibilang tak ada. Jika ini karena adanya konspirasi lain apalagi diluar domain sains, misalnya karena menyangkut alien, UFO, makhluk laut jahat, bahkan makhluk gaib atau bahkan gas methane, pasti kecelakaan akan terus terjadi hingga saat ini.
Pastinya kita bertanya-tanya mengapa dalam beberapa dekade ini tak ada lagi kecelakaan yang berarti di segitiga bermuda? Semua itu disebabkan karena pada masa kini pesawat dan kapal laut tak lagi hanya menggunakan penunjuk arah yaitu Kompas saja. Namun pada masa kini semua transportasi tersebut sudah menggunakan sistim navigasi GPS (Global Positioning System) yang dipandu oleh minimal 3 buah satelit.
Itu sebabnya arah mata angin Utara, Selatan, Timur dan Barat akan lebih akurat dan takkan berpengaruh oleh medan magnet atau apapun itu.

(Sumber: Wikipedia, http://indocropcircles.wordpress.com/2011/11/17/fakta-nyata-dari-misteri-segitiga-bermuda/)



Hai teman-teman semua… Kali ini saya mau berbagi ilmu kepada teman-teman tentang Jurnalistik TV. Karena pas kuliah kemaren saya belajar tentang format berita TV, makanya sekarang saatnya saya sharing sama teman2 semua… (dari pada membusuk tersimpan dalam PC… hehehe :D)
Mau tau apa aja format beritannya? Yuk kita bahas aja satu per satu.

Ø  Reader.
Format berita TV ini merupakan format berita TV yang paling sederhana karena hanya berupa lead in yang dibacakan oleh presenter. Naskah berita ini dibuat begitu dekat dengan deadline atau saat siaran berita sedang berlangsung perkembangan peristiwa baru sampai ke tangan redaksi. Oleh karena itu berita ini tidak memiliki gambar ataupun grafik. Beritanya dapat berhubungan atau tidak berhubungan dengan berita yang sedang ditayangkan. Reader biasanya sangat singkat. Durasi maksimalnya 30 detik.

Ø  Voice Over (VO).
Nah.. kalau voice over ini lead in dan tubuh beritanya dibacakan oleh presenter seluruhnya. Voice over ini memiliki gambar yang disisipkan sesuai dengan konteks isi narasi saat presenter membacakan tubuh berita. Biasanya Natural Sound (suara lingkungan) yang terekam tetap dipertahankan, untuk membangun suasana dari peristiwa yang diberitakan. VO ini durasinya juga singkat, yaitu sekitar 20-30 detik.

Ø  Voice Over – Grafik.
VO-Grafik ini merupakan format berita TV yang lead in dan tubuh beritanya dibacakan oleh presenter seluruhnya. Namun, ketika presenter membaca tubuh berita, tidak ada gambar yang menyertainya kecuali hanya grafik atau tulisan. Hal ini mungkin terpaksa dilsayakan karena peristiwa yang diliput sedang berlangsung dan redaksi belum menerima kiriman gambar peliputan yang bisa ditayangkan.
 
Ø  Sound on Tape (SOT).
Kalau Sound on Tape (SOT) ini format beritanya hanya berisi lead in dan soundbite dari narasumber. Presenter hanya membacakan lead in berita, kemudian disusul oleh pernyataan narasumber (soundbite). Format berita ini dipilih jika pernyataan narasumber dianggap lebih penting ditonjolkan daripada disusun dalam bentuk narasi. Pernyataan yang dipilih untuk SOT ini sebaiknya yang amat penting atau dramatis, bukan yang datar-datar aja. Durasi SOT ini disesuaikan dengan kebutuhan, tapi biasanya maksimal satu menit.


Ø  Voice Over – Sound on Tape (VO-SOT).
Nah,, VO-SOT ini merupakan perpaduan antara voice over (VO) dan sound on tape (SOT). Lead in dan isi tubuh berita dibacakan presenter. Lalu di akhir berita dimunculkan soundbite dari narasumber sebagai pelengkap dari berita yang telah dibacakan sebelumnya. Format VO-SOT dipilih jika gambar yang ada kurang menarik atau kurang dramatis, namun ada pernyataan narasumber yang perlu ditonjolkan untuk melengkapi narasi pada akhir berita. Total durasi diharapkan sama dengan SOT yaitu sekitar 1 menit atau 60 detik, di mana sekitar 40 detik untuk VO dan 20 detik untuk soundbite.


Ø  Package (PKG).
Package merupakan format berita TV yang hanya lead in-nya aja yang dibacakan oleh presenter, tetapi isi berita merupakan paket terpisah. Paket beritanya ini ditayangin begitu presenter selesai membaca lead in. Paket berita sudah dikemas jadi satu kesatuan yang utuh dan serasi antara gambar, narasi, soundbite, dan bahkan grafis. biasanya tubuh berita ditutup dengan narasi. Format ini dipilih jika data yang diperoleh sudah lengkap, juga gambarnya dianggap cukup menarik dan dramatis. Kalau dirasa penting, reporter dapat muncul dalam paket berita tersebut (stand up) pada awal atau akhir berita. Durasi maksimal total sekitar 2 menit 30 detik.
  

Ø  Live on Cam.
Live on Cam adalah format berita TV yang disiarkan langsung dari lapangan atau lokasi peliputan. Sebelum reporter di lapangan menyampaikan laporan, presenter lebih dulu membacakan lead in dan kemudian ia memanggil reporter, di lapangan untuk menyampaikan hasil liputannya secara lengkap. Laporan ini juga bisa disisipi gambar yang relevan. Karena siaran langsung memerlukan biaya telekomunikasi yang mahal, tidak semua berita perlu disiarkan secara langsung.
Format ini dipilih jika nilai beritanya amat penting, luar biasa, dan peristiwanya masih berlangsung. Jika peristiwanya sudah berlangsung, perlu ada bukti-bukti yang ditunjukkan langsung kepada pemirsa. Durasinya disesuaikan dengan kebutuhan.


Ø  Live on Tape (LOT).
Live on Tape adalah format berita TV yang direkam secara langsung di tempat kejadian, namun siarannya ditunda (delay). Jadi, reporter merekam dan menyusun laporannya di tempat peliputan, dan penyiarannya baru dilsayakan kemudian. Format berita ini dipilih untuk menunjukkan bahwa reporter hadir di tempat peristiwa. Namun, siaran tak bisa dilsayakan secara langsung karena pertimbangan teknis dan biaya. Meski siarannya ditunda, aktualitas tetap harus terjaga. Durasi bisa disesuaikan dengan kebutuhan, namun biasanya lebih singkat dari format Live on Cam.

Ø  Live by Phone.
Live by Phone adalah format berita TV yang disiarkan secara langsung dari tempat peristiwa dengan menggunakan telepon ke studio. Lead in berita dibacakan presenter, dan kemudian ia memanggil reporter yang ada di lapangan untuk menyampaikan laporannya. Wajah reporter dan peta lokasi peristiwa biasanya dimunculkan dalam bentuk grafis. Jika tersedia, bisa juga disisipkan gambar peristiwa sebelumnya.



Ø  Phone Record.
Phone Record adalah format berita TV yang direkam secara langsung dari lokasi reporter meliput, tetapi penyiarannya dilayakan secara tunda (delay). Format ini sebetulnya hampir sama dengan Live by Phone, hanya teknis penyiarannya secara tunda. Format ini jarang digunakan, dan biasanya hanya digunakan jika diperkirakan akan ada gangguan teknis saat berita dilaporkan secara langsung.

Ø  Visual News.
Visual News adalah format berita TV yang hanya menayangkan (rolling) gambar-gambar yang menarik dan dramatis. Presenter cukup membacakan lead in, dan kemudian visual ditayangkan tanpa tambahan narasi apa pun, seperti apa adanya. Format ini bisa dipilih jika gambarnya menarik, memiliki natural sound yang dramatis (misalnya: suara jeritan orang ketika terjadi bencana alam atau kerusuhan, dan sebagainya).