 |
| Segitiga Bermuda |
Segitiga
Bermuda atau
The Bermuda Triangle
mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita. (bener g ya?? Atau masih ada yg blum
tw??). Segitiga Bermuda merupakan wilayah imajiner yang menghubungkan Puerto
Rico, perairan Florida, dan Bermuda. Banyak peristiwa-peristiwa aneh yang terjadi
ketika ada sesuatu yang melewati daerah Segitiga bermuda. Walaupun kejadian
janggal itu tidak setiap hari terjadi.
Membicarakan
topik ini memang gak akan ada habisnya dan selalu menjadi misteri. Sampai
sekarang masih banyak pendapat mengenai Segitiga Bermuda ini. Mulai dari
hal-hal yang bersifat ilmiah sampai pada hal-hal yang mistis.
Menurut
Wikipedia Indonesia Segitiga Bermuda (bahasa Inggris: Bermuda Triangle),
kadang-kadang disebut juga Segitiga Setan adalah sebuah wilayah lautan di
Samudra Atlantik seluas 1,5 juta mil2 atau 4 juta km2 yang membentuk garis
segitiga antara Bermuda, wilayah teritorial Britania Raya sebagai titik di
sebelah utara, Puerto Riko, teritorial Amerika Serikat sebagai titik di sebelah
selatan dan Miami, negara bagian Florida, Amerika Serikat sebagai titik di
sebelah barat.
Segitiga
bermuda sangat misterius. Sering ada isu paranormal di daerah tersebut yang
menyatakan alasan dari peristiwa hilangnya kapal yang melintas. Ada pula yang
mengatakan bahwa sudah menjadi gejala alam bahwa tidak boleh melintasi wilayah
tersebut. Bahkan ada pula yang mengatakan bahwa itu semua akibat ulah makhluk
luar angkasa.
Menurut
catatan kebaharian, peristiwa terbesar yang pernah terjadi di wilayah ini
adalah lenyapnya sebuah kapal berbendera Inggris, Atalanta, pada 1880. Tanpa
jejak secuilpun, kapal yang ditumpangi tiga ratus kadet dan perwira AL Inggris
itu raib di sana. Selain Atalanta, Segitiga Bermuda juga telah menelan ratusan
kapal lainnya.
 |
| Flight 19 yang hilang di Segitiga Bermuda |
|
|
|
Di
lain kisah, Segitiga Bermuda juga telah membungkam puluhan pesawat yang
melintasinya. Peristiwa terbesar yang kemudian terkuak sekitar 1990 lalu adalah
raibnya iring-iringan lima Grumman TBF Avenger AL AS yang lebih dikenal
dengan “Flight 19″ tengah berpatroli melintas wilayah laut ini pada siang hari
5 Desember 1945. Setelah sekitar dua jam penerbangan komandan penerbangan
melapor, bahwa dirinya dan anak buahnya seperti mengalami disorientasi. Beberapa
menit kemudian kelima TBF Avenger ini pun raib tanpa sempat memberi sinyal SOS.
Anehnya, misteri Avenger tak berujung di situ saja. Ketika sebuah pesawat SAR
jenis Martin PBM-3 Mariner dikirim mencarinya, pesawat amfibi gembrot
dengan tigabelas awak ini pun ikut-ikutan lenyap. Hilang bak ditelan udara.
Martin
PBM-3 Mariner, yang ditugaskan mencari "Flight 19" juga hilang di
segitiga Bermuda. Keesokan harinya ketika wilayah-wilayah laut yang diduga
menjadi tempat kecelakaan keenam pesawat disapu enam pesawat penyelamat pantai
dengan 27 awak, tak satu pun serpihan pesawat ditemukan.
Ajaibnya…
Tahun demi tahun berlalu. Sekitar 1990, tanpa dinyana seorang peneliti berhasil
menemukan onggokan kerangka pesawat di lepas pantai Fort Launderdale, Florida.
Betapa terkejutnya orang-orang yang menyaksikan. Karena, ketika dicocok kan,
onggokan metal itu ternyata bagian dari kelima TBF Avenger!
Dari
penyelidikan terakhir Segitiga Bermuda tahun 2011 di program TV Discovery &
National Geographic, menyatakan bahwa terjadinya gangguan mesin, kompas &
alat navigasi lain karena adanya daya magnet lokal (bukan magnet kutub) yang
dihasilkan dari bawah kulit bumi pada daerah tersebut. Bukti baru ini telah
diselidiki oleh para ahli dengan citra satelit di daerah tersebut. Lalu para
ahli beserta para pilot berpengalaman menyusuri daerah sekitarnya dan terbukti
pula bahwa alat-alat navigasi dalam kokpit berubah dan terganggu. Karena
teknologi masa kini semakin canggih, maka dapat di pantau pula melalui satelit.
Dari
citra satelit dengan infra red, ultra violet & lainnya yang memantau daerah
itu telah terbukti bahwa di dalam kerak bumi pada daerah tersebut terdapat
pusaran-pusaran lava panas yg menghasilkan gelombang-gelombang elektromagnet
sampai menembus ke luar permukaan bumi. Pusaran-pusaran panas yang berupa lava
cair di dalam kerak bumi berputar seperti layaknya hurricane atau thypoon yang
diameternya sangat besar dan terjadi di bawah kerak bumi.
Jadi
jika bumi diibaratkan balon yang diisi air, karet balon adalah kerak bumi
sedangkan air dalam balon adalah magma/lava cair yang berada di dalam inti
bumi. Cairan lava dibawah mantel Bumi tersebut memiliki tekanan dan panas yang
berbeda-beda. Cairan tersebut juga memiliki “arus” dan dapat berputar-putar
seperti jika kita baru merebus air. Gerak arus lava yang berputar-putar
tersebut ternyata juga menimbulkan medan magnetik.
Medan
magnet yang dihasilkan dapat menimbulkan gelombang elektromagnet dan dapat
mempengaruhi alam sekitarnya hingga ke atas kerak bumi / permukaan bumi dan
membuat alat navigasi menjadi berantakan dan tak berfungsi sempurna.
Akibat
peralatan navigasi yang terpengaruhi oleh medan magnet dari putaran-putaran
lava di dalam mantel Bumi inilah yang akhirnya membuat peralatan navigasi
terganggu dan membuat tujuan atau rute yang direncanakan akan dituju mengubah
halauan sang kapten dan pilot.
Hingga
kini, tiada satupun ada orang yang selamat (survivor) yang berhasil ditemukan.
Bahkan bangkai pesawatpun tak berbekas sama sekali. Oleh sebab itulah, teori
mengenai medan magnet lokal akibat adanya putaran-putaran lava di dalam kerak
Bumi bukan hanya satu-satunya teori.
Teori
tentang akibat adanya campur tangan UFO atau pengaruh Geografi dan iklim
(alamiah) serta pengaruh medan magnet, masih merupakan beberapa teori dari
adanya teori-teori lainnya tentang Segitiga Bermuda ini. Selama itu belum
mutlak pasti, misteri masih terbuka lebar. Namun yang jelas dalam beberapa
dekade terakhir, kecelakaan sangat jarang sekali terjadi bahkan bisa dibilang
tak ada. Jika ini karena adanya konspirasi lain apalagi diluar domain sains,
misalnya karena menyangkut alien, UFO, makhluk laut jahat, bahkan makhluk gaib
atau bahkan gas methane, pasti kecelakaan akan terus terjadi hingga saat ini.
Pastinya
kita bertanya-tanya mengapa dalam beberapa dekade ini tak ada lagi kecelakaan
yang berarti di segitiga bermuda? Semua itu disebabkan karena pada masa kini
pesawat dan kapal laut tak lagi hanya menggunakan penunjuk arah yaitu Kompas
saja. Namun pada masa kini semua transportasi tersebut sudah menggunakan sistim
navigasi GPS (Global
Positioning System) yang dipandu oleh minimal 3 buah satelit.
Itu
sebabnya arah mata angin Utara, Selatan, Timur dan Barat akan lebih akurat dan
takkan berpengaruh oleh medan magnet atau apapun itu.
(Sumber: Wikipedia, http://indocropcircles.wordpress.com/2011/11/17/fakta-nyata-dari-misteri-segitiga-bermuda/)