Hai teman-teman semua… Kali ini saya mau berbagi ilmu kepada teman-teman tentang Jurnalistik TV. Karena pas kuliah kemaren saya belajar tentang format berita TV, makanya sekarang saatnya saya sharing sama teman2 semua… (dari pada membusuk tersimpan dalam PC… hehehe :D)
Mau tau apa aja format beritannya? Yuk kita bahas aja satu per satu.

Ø  Reader.
Format berita TV ini merupakan format berita TV yang paling sederhana karena hanya berupa lead in yang dibacakan oleh presenter. Naskah berita ini dibuat begitu dekat dengan deadline atau saat siaran berita sedang berlangsung perkembangan peristiwa baru sampai ke tangan redaksi. Oleh karena itu berita ini tidak memiliki gambar ataupun grafik. Beritanya dapat berhubungan atau tidak berhubungan dengan berita yang sedang ditayangkan. Reader biasanya sangat singkat. Durasi maksimalnya 30 detik.

Ø  Voice Over (VO).
Nah.. kalau voice over ini lead in dan tubuh beritanya dibacakan oleh presenter seluruhnya. Voice over ini memiliki gambar yang disisipkan sesuai dengan konteks isi narasi saat presenter membacakan tubuh berita. Biasanya Natural Sound (suara lingkungan) yang terekam tetap dipertahankan, untuk membangun suasana dari peristiwa yang diberitakan. VO ini durasinya juga singkat, yaitu sekitar 20-30 detik.

Ø  Voice Over – Grafik.
VO-Grafik ini merupakan format berita TV yang lead in dan tubuh beritanya dibacakan oleh presenter seluruhnya. Namun, ketika presenter membaca tubuh berita, tidak ada gambar yang menyertainya kecuali hanya grafik atau tulisan. Hal ini mungkin terpaksa dilsayakan karena peristiwa yang diliput sedang berlangsung dan redaksi belum menerima kiriman gambar peliputan yang bisa ditayangkan.
 
Ø  Sound on Tape (SOT).
Kalau Sound on Tape (SOT) ini format beritanya hanya berisi lead in dan soundbite dari narasumber. Presenter hanya membacakan lead in berita, kemudian disusul oleh pernyataan narasumber (soundbite). Format berita ini dipilih jika pernyataan narasumber dianggap lebih penting ditonjolkan daripada disusun dalam bentuk narasi. Pernyataan yang dipilih untuk SOT ini sebaiknya yang amat penting atau dramatis, bukan yang datar-datar aja. Durasi SOT ini disesuaikan dengan kebutuhan, tapi biasanya maksimal satu menit.


Ø  Voice Over – Sound on Tape (VO-SOT).
Nah,, VO-SOT ini merupakan perpaduan antara voice over (VO) dan sound on tape (SOT). Lead in dan isi tubuh berita dibacakan presenter. Lalu di akhir berita dimunculkan soundbite dari narasumber sebagai pelengkap dari berita yang telah dibacakan sebelumnya. Format VO-SOT dipilih jika gambar yang ada kurang menarik atau kurang dramatis, namun ada pernyataan narasumber yang perlu ditonjolkan untuk melengkapi narasi pada akhir berita. Total durasi diharapkan sama dengan SOT yaitu sekitar 1 menit atau 60 detik, di mana sekitar 40 detik untuk VO dan 20 detik untuk soundbite.


Ø  Package (PKG).
Package merupakan format berita TV yang hanya lead in-nya aja yang dibacakan oleh presenter, tetapi isi berita merupakan paket terpisah. Paket beritanya ini ditayangin begitu presenter selesai membaca lead in. Paket berita sudah dikemas jadi satu kesatuan yang utuh dan serasi antara gambar, narasi, soundbite, dan bahkan grafis. biasanya tubuh berita ditutup dengan narasi. Format ini dipilih jika data yang diperoleh sudah lengkap, juga gambarnya dianggap cukup menarik dan dramatis. Kalau dirasa penting, reporter dapat muncul dalam paket berita tersebut (stand up) pada awal atau akhir berita. Durasi maksimal total sekitar 2 menit 30 detik.
  

Ø  Live on Cam.
Live on Cam adalah format berita TV yang disiarkan langsung dari lapangan atau lokasi peliputan. Sebelum reporter di lapangan menyampaikan laporan, presenter lebih dulu membacakan lead in dan kemudian ia memanggil reporter, di lapangan untuk menyampaikan hasil liputannya secara lengkap. Laporan ini juga bisa disisipi gambar yang relevan. Karena siaran langsung memerlukan biaya telekomunikasi yang mahal, tidak semua berita perlu disiarkan secara langsung.
Format ini dipilih jika nilai beritanya amat penting, luar biasa, dan peristiwanya masih berlangsung. Jika peristiwanya sudah berlangsung, perlu ada bukti-bukti yang ditunjukkan langsung kepada pemirsa. Durasinya disesuaikan dengan kebutuhan.


Ø  Live on Tape (LOT).
Live on Tape adalah format berita TV yang direkam secara langsung di tempat kejadian, namun siarannya ditunda (delay). Jadi, reporter merekam dan menyusun laporannya di tempat peliputan, dan penyiarannya baru dilsayakan kemudian. Format berita ini dipilih untuk menunjukkan bahwa reporter hadir di tempat peristiwa. Namun, siaran tak bisa dilsayakan secara langsung karena pertimbangan teknis dan biaya. Meski siarannya ditunda, aktualitas tetap harus terjaga. Durasi bisa disesuaikan dengan kebutuhan, namun biasanya lebih singkat dari format Live on Cam.

Ø  Live by Phone.
Live by Phone adalah format berita TV yang disiarkan secara langsung dari tempat peristiwa dengan menggunakan telepon ke studio. Lead in berita dibacakan presenter, dan kemudian ia memanggil reporter yang ada di lapangan untuk menyampaikan laporannya. Wajah reporter dan peta lokasi peristiwa biasanya dimunculkan dalam bentuk grafis. Jika tersedia, bisa juga disisipkan gambar peristiwa sebelumnya.



Ø  Phone Record.
Phone Record adalah format berita TV yang direkam secara langsung dari lokasi reporter meliput, tetapi penyiarannya dilayakan secara tunda (delay). Format ini sebetulnya hampir sama dengan Live by Phone, hanya teknis penyiarannya secara tunda. Format ini jarang digunakan, dan biasanya hanya digunakan jika diperkirakan akan ada gangguan teknis saat berita dilaporkan secara langsung.

Ø  Visual News.
Visual News adalah format berita TV yang hanya menayangkan (rolling) gambar-gambar yang menarik dan dramatis. Presenter cukup membacakan lead in, dan kemudian visual ditayangkan tanpa tambahan narasi apa pun, seperti apa adanya. Format ini bisa dipilih jika gambarnya menarik, memiliki natural sound yang dramatis (misalnya: suara jeritan orang ketika terjadi bencana alam atau kerusuhan, dan sebagainya).


This entry was posted on Minggu, April 15, 2012 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.