Tokoh utama dalam film ini adalah Joanna Eberhart, seorang produser pada sebuah stasiun tv yang terbilang cukup sukses. Dia sedang mempromosikan dua acara tv terbarunya yang berjudul a man, a woman and a buzzer dan I can do better. Namun ternyata program tv itu hanya menimbulkan kekacauan, dari ditembaknya 3 aktor pendukung acara tersebut, percobaan pembunuhan yang dia alami juga membuat ia dipecat dari pekerjaannya. Hal in membuat Joanna stress berat.
Suami Joanna, Walter Kresby mengundurkan diri dari pekerjaannya dan mengajak keluargana untuk pindah ke Stepford. Alasannya agar Joanna mendapakan suasana baru. Stepford merupakan tempat yang sangat nyaman, indah, dan aman. Sesampainya di sana mereka disambut oleh Claire Wellington yang berpenampilan seperti boneka Barbie dengan warna-warna bajunya yang cerah. Kemudian Joanna bertemu dengan Bobby Markowitz, seorang penulis Yahudi yang baru saja sembuh dari ketergantungan minuman keras, dan juga Roger Bannister, seorang gay yang merasa frustasi dengan pasangan gay-nya.
Joanna menyadari ada yang aneh dengan tempat ini. Semua perempuan-perempuan di sana berdandan seragam, rambut pirang, panjang, memakai baju seperti Barbie, cara senyum mereka sama, cara bicara. Atas komando dari Claire, ibu ibu-ibu Barbie ini ‘dituntut’ untuk selalu melayani suami mereka. Sementara suami-suami mereka, berkumpul di sebuah Club House. Di sana mereka hanyak main bilyar, ngobrol dan terkadang ‘merendahkan’ istri mereka.
Joana berusaha menyesuaikan diri dengan keanehan itu. Tapi, makin lama, Joana curiga, terutama ketika ada pesta rakyat, salah seorang istri, tiba-tiba berputar-putar tanpa kendali, tau-tau dia jatuh dan ‘pingsan’, tapi menurut Joana, perempuan itu mengeluarkan asap dari telinganya.
Joanna dan teman-temanny, Bobby dan Roger bersama-sama berusaha mencari tahu tentang keanehan yang terjadi pada istri-istri yang ada di Stepford Wives. Namun satu persatu teman-teman Joanna yaitu Bobby dan Roger juga berubah dan mulai bertingkah laku seperti robot. Akhirnya Joanna mengetahui bahwa pada dasarnya orang-orang tersebut bukan lagi manusia melainkan robot. Dan semua wanita-wanita di sana dulunya adalah wanita-wanita karir yang sukses.
Akan tetapi setelah mengetahui hal ini, Joanna lalu dipaksa oleh suaminya dan perkumpulan pria-pria di situ agar mau untuk diubah menjadi wanita sempurna seperti pasangan-pasangan mereka. Kemudian tiba-tiba Joanna berubah menjadi sama seperti mereka, walaupun sebenarnya dia sama sekali tidak berubah karena suaminya memutuskan lebih baik untuk memiliki Joanna yang biasanya dibandingkan hanya sebuah robot. Akhiranya mereka memutuskan untuk menghentikan semua keanehan yang terjadi di sana.


This entry was posted on Rabu, Mei 30, 2012 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.