Pada suatu hari seekoranak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek.
"Anakku," kata sang ibu sambil bercucuran air mata, "Tuhan tidak memberikan pada kita, bangsa kerang, sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu."
Si ibu terdiam, sejenak, "Aku tahu bahwa itu sakit anakku. Tetapi terimalah

itu sebagai takdir alam. Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat", kata ibunya dengan sendu dan lembut.

Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit terkadang masih terasa.
Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya.
Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya.
Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya.
Makin lama makin halus. Rasa sakit pun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin besar.
Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar.

Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap, dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna.
Penderitaannya berubah menjadi mutiara; air matanya berubah menjadi sangat berharga.
Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada sejuta kerang lain
yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.

**********
Cerita di atas adalah sebuah paradigma yg menjelaskan bahwa penderitaan adalah lorong transendental untuk menjadikan "kerang biasa" menjadi "kerang luar biasa".
Karena itu dapat dipertegas bahwa kekecewaan dan penderitaan dapat mengubah "orang biasa" menjadi "orang luar biasa".

Banyak orang yang mundur saat berada di lorong transendental tersebut, karena mereka tidak tahan dengan cobaan yang mereka alami.
Ada dua pilihan sebenarnya yang bisa mereka masuki: menjadi `kerang biasa' yang disantap orang atau menjadi `kerang yang menghasilkan mutiara'.
Sayangnya, lebih banyak orang yang mengambil pilihan pertama, sehingga tidak mengherankan bila jumlah orang yang sukses lebih sedikit dari orang yang `biasa-biasa saja'.

Mungkin saat ini kita sedang mengalami penolakan, kekecewaan, patah hati, atau terluka karena orang-orang di sekitar kamu.
Cobalah utk tetap tersenyum dan tetap berjalan di lorong tersebut, dan sambil katakan di dalam hatimu..
"Airmataku diperhitungkan Tuhan.. dan penderitaanku ini akan mengubah diriku menjadi mutiara."
Semoga........


Sahabat, dalam kehidupan kita tentunya selalu bertemu dengan yang namanya masalah. Ketika masalah menghampiri hidup kita, besar kecilnya masalah tersebut sebenarnya tergantung dari cara kita menghadapinya. 

Saya pernah membaca sebuah kisah tentang pahitnya kehidupan. Dari cerita tersebut saya dapat mengambil kesimpulan bahwa pahitnya kehidupan layakya segenggam kopi. Yang mana jika kita menaburkan segenggam kopi tersebut ke dalam air pada wadah yang kecil, maka air tersebut akan terasa pahit. Tetapi jika kita kita menaburkan kopi tersebut pada sebuah telaga yang besar, maka pahit dari kopi tadi tidak akan terasa lagi dan kita akan merasakan air yang segar.

Wadah yang kita miliki ibaratkan hati dan perasaan kita yang akan menentukan rasa pahit yang kita rasakan. Jangan jadikan hati kita sebagai wadah yang kecil tadi, tetapi buatlah hati ini seperti telaga yang mampu menampung segala kepahitan hingga menjadi tidak terasa dan tidak mempengaruhi kesegaran dan kedamaian kita.

Sahabat, tidak adil rasanya jika hanya saya saja yang mengambil kesimpulan dan hikmah dari cerita yang saya baca itu. Saya juga ingin berbagi kepada sahabat semua yang mengisahkan tentang pahitnya kehidupan. Berikut kisahnya…

Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia.

Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan. "Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya..", ujar Pak tua itu.
"Pahit. Pahit sekali", jawab sang tamu, sambil meludah kesamping.
Pak Tua itu, sedikit tersenyum. Ia, lalu mengajak tamunya ini, untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu. 

Pak Tua itu, lalu kembali menaburkan segenggam garam, ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air, mengusik ketenangan telaga itu. "Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah. Saat tamu itu selesai mereguk air itu, Pak Tua berkata lagi, "Bagaimana rasanya?".
"Segar.", sahut tamunya.
"Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?", tanya Pak Tua lagi.
"Tidak", jawab si anak muda.
Dengan bijak, Pak Tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu.
"Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama. 

"Tapi, kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu, akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu."

Pak Tua itu lalu kembali memberikan nasehat. "Hatimu, adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu, adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan." 

Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama belajar hari itu. Dan Pak Tua, si orang bijak itu, kembali menyimpan "segenggam garam", untuk anak muda yang lain, yang sering datang padanya membawa keresahan jiwa.


Waaahh.... akhirnya bisa juga dihapus.

            Gara-gara iseng ganti2 template, ternyata berakibat pada blog saya yang amburadul susunannya. Pas udah ganti template yang baru ternyata postingannya double. Sempat bingung juga gimana cara ngaturnya, mana postingan bog yang double itu gak bisa dihapus lagi. Haaahh,,,, apes deh,, buntu nih otak. Akhirnya sampailah saya bertanya pada Si Mbah pintar (?), mbah google mksudnya,,, hehe,,, :P

            Setelah bertanya sama Si Mbah, ternyata banyak solusi yang dikasih tau Si Mbah. Saya cobakanlah satu per satu solusi yang diberikan Si Mbah. Dan dari sekian banyak solusi yang diberika Si Mbah, ada satu solusi yang sip, top, mantap, dan topcer yang bisa mengatasi masalah pada blog saya. Yeeyy,, :D

Eits... Teman2 jangan khawatir klo masalah ini juga terjadi pada blog teman2. Saya akan berbagi petunjuk dan caranya pada teman2 semua karena hidup ini akan indah ika kita saling berbagi. Ya nggak? ya ngga? :D

 Nah, berikut cara menghapus posting blog yang double:
  • Pertama-tama ubah tampilan dasbor blogger anda ke tampilan blogger yang lama
  • lalu masuk ke halaman Rancangan --> Edit HTML
  • setelah masuk ke edit Html kawan tidak usah mengaktifkan yang namanya Expand Template Widget
  • lalu cari script ini < b :widget id='Blog2' locked='true' title='Posting Blog' type='Blog'/>
  • lalu hapus script nya dan simpan template.
  • dan selamat blog anda sudah kembali normal. 
Selamat Mencoba  :))







Karir Wanita Karir

Tiap membicarakan wanita karir, biasanya melintas sosok yang sudah baku dibenak kita. Tubuh tinggi langsing berbalut stelan blazer. Dia memakai rok mini-kadang super mini-membuat hidup kaum lelaki semakin complicated saja. Dia juga bersepatu hak tinggi yang mempermudah datangnya penyakit varises. Warna-warni kosmetiknya begitu semarak dan semerbak. Pokoknya, ilmunya tentang bersolek dan mematut diri tak kalah canggih dari ahli tata rias dan perancang busana.

Tak cukup mendandani fisik, ia juga mematut psikisnya. Cara hidup, cara gaul, cita dan impiannya mencangkok budaya jahiliyah moderniyah. Persis dan tuntas sampai ke akarnya. Tak ada batas muhrim dan non muhrim. Tak ada batas halal dan haram. Semua serba boleh.

Kehidupan karir seperti ini tak lepas dari peran sentral-kafirin, fasiqin, munafiqin-pemilik modal yang kapitalistik. Di tangan mereka terkonsentrasi uang melimpah dengan daya menjajah. Sebagian besar wanita pekerja didikte cara berbusana bahkan sampai berapa cm panjang rok mereka oleh raja-raja uang dan kapten-kapten industri ini. Sayangnya, para wanita ini happy-happy saja meski dijajah, karena ada imbalan uang. Demi uang ini pula ada muslimah yang menanggalkan kerudungnya. "Aku sudah ke sana ke mari melamar kerja, tapi ditolak terus. Terpaksa deh buka kerudung biar gampang cari kerja. Habis, gimana dong, Mbak? (Lho, kok malah ngasih PR ke penulis).

Kalau begitu, jadi wanita karir itu haram, ya? Sebenarnya berkarir itu halal jika berada dalam koridor syar'i. Ada tiga hal yang harus dipenuhi muslimah jika ingin berkarir. Niatnya berkarir halal; caranya berkarir halal; dan tujuannya berkarir halal. Wuih, susah! Memang susah, karena kita berada dalam sistem yang tidak islami. Kita berada di lingkungan orang-orang ngueyeell. "Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?" (Al-Maidah: 50).

Ngomong-ngomong, ada nggak sih wanita karir yang tidak dijajah meski menjadi manajer di perusahaan multi nasional? Tidak punya stelan blazer, malah berbusana muslimah gombrong. Tidak punya berbagai sepatu hak tinggi, malah cuma memakai sepasang sepatu bertahun-tahun. Tidak memiliki emas perhiasan se-gram pun, malah gajinya yang jutaan diinfaqkan. Tidak dipoles kosmetik, tapi natural, apa adanya. Tidak mencangklong tas kerja trendy, malah membawa dompet kecil saja.

Alhamdulillah ada. Dan semoga semakin banyak muslimah yang bisa semerdeka dia. Wanita karir ini berprinsip Hasbunallahu wani'mal wakil. Dan tentu saja tidak cengeng. Allah tidak akan menolong hambaNya yang ongkang-ongkang. Tidak ada jihad tanpa kerja keras lahir batin.

Sungguh, dia tidak dijajah bosnya yang orang Hong Kong. Dia merdeka dengan karirnya sebagai seorang muslimah. Sang Bos sangat menghargai cara hidupnya sebagai muslimah. Tidak bersalaman dengan lelaki non muhrim meskipun dia presiden direktur. Tidak mengucapkan selamat natal meskipun sehari-hari bertemu. Tidak menghadiri ulang tahun meskipun sudah disediakan meja khusus di restoran terkenal. Tidak datang ketika dijamu di klub karaoke terkenal di Jakarta Barat.

 Ini kisah nyatanya....

Baru setahun lebih menikah dengan seorang ustadz, suaminya dipenjara rezim Orde Baru karena ceramah agama di Tanjung Priok (lebih kurang tahun 1986). Wanita ini masih kuliah di FHUI tingkat III ketika itu dan memiliki seorang bayi. Awal suami di penjara, santunan dari keluarga dan teman-teman masih lancar. Lama kelamaan berkurang dan rasa malu membuatnya rikuh meminta-minta. Berhari-hari ia hanya menggenggam uang seribu perak kadang malah cuma cepek. Ia sering mengutang sayur di warung tetangga milik penjaga penjara di Cipinang, Jakarta Timur.

Meski biaya terseok-seok, kuliahnya bisa selesai juga. Saking tak punya uang, biaya wisuda dibayari oleh dosennya, Ibu Chandra Motik. Setelah itu dia mulai melamar kerja. Benar saudara-saudara. Lamarannya ditolak karena cara berbusananya yang tidak fashionable (1988). Dia pantang menyerah karena prinsipnya: Lebih baik mati kelaparan karena berkerudung daripada bekerja tanpa berbusana muslimah. No way buka kerudung!

Alhamdulillah. Hasbunallahu wa ni'mal wakil. Dia diterima bekerja di Yayasan Al-Muslim dengan gaji Rp. 150.000 per bulan. Karena harus sering besuk ke penjara-tentu saja membutuhkan banyak biaya-si ibu berusaha menambah penghasilan. Dia mengajar ngaji karyawati Hotel Mandarin dengan honor Rp. 20.000 per pertemuan. Si ibu sering membawa bocahnya bekerja dan pergi mengajar agar si anak merasakan nikmatnya hidup sebagai muslim dan merasakan jihad. Learning by doing, istilahnya.

Cukup setahun dia pindah kerja ke Yayasan Pembinaan Manajemen dan setelah itu ke perusahaan eksportir rotan ke Eropa. Gajinya Rp. 250.000 per bulan. Dia juga mencari tambahan penghasilan dengan menerima catering makan siang dari kantor sebelah. Petugas pengantar makanan adalah bocah balitanya plus sebagai khadimah. Dia juga berjualan majalah Aku Anak Saleh dengan jumlah ratusan eksemplar. Si bocah balita ikut menjadi pengantar majalah kepada para langganan. Si anak memang selalu terlibat dalam setiap kegiatan ibunya.

Subhanallah. Penghasilannya bisa mencapai satu juta rupiah per bulan.

Karena usaha catering mulai goyah lantaran kantor itu mau tutup, si ibu melamar kerja ke kedutaan Amerika. Ada jabatan lowong sebagai asisten Kepala Penerangan Kedutaan AS. Tes demi tes bisa lolos namun tanpa penjelasan rinci, dirinya ditolak begitu saja. Boleh jadi gara-gara jilbab. Nggak ngaruh. No way buka kerudung. Allah memuliakanku dengan dien-Nya. Dan cukuplah itu bagiku.

Tak lama kemudian dia bekerja di perusahaan Taiwan sebagai sekretaris Direktur Pabrik. Gajinya setengah juta rupiah (1991). Dia tetap berjualan majalah dan mengirim artikel ke majalah SABILI sebagai upaya mencari tambahan penghasilan.

Baru dua bulan, manajemen pabrik itu goncang. Dia kemudian melamar kerja di perusahaan garmen eksportir dengan 500 pekerja yang 99 % nya terdiri dari wanita. Pertama wawancara, Sang General Manager "a little bit shock", karena si ibu menolak bersalaman sebagai tanda perkenalan baku di dunia karir. Alhamdulillah, Allah yang merupakan sentral dari segala sesuatu, menggerakkan hati sang GM. Anda diterima bekerja di pabrik baru kami di Cakung sebagai Kepala Personalia.

Tapi, bagaimana tanggapan para pekerjanya? Alhamdulillah, justru beberapa orang pekerjanya yang beragama lain kembali ke agama fitrah, Islam. Ia sekuat tenaga menerapkan suasana islami di lingkungan pabrik. Tak heran jika kemudian ada beberapa pekerja non muslim dengan suka rela memeluk Islam. ahkan pekerja non muslim setiap memasuki ruang kerjanya mengucapkan
 "Assalamu'alaikum. Ibu...."

Jangan dikata pekerja yang mengenakan busana muslimah. Mereka dapat bekerja dengan tenang, meski di pabrik tetangga masih ada yang alergi dengan busana muslimah yang dipakainya. Namun tetap saja semakin banyak pekerja yang menutup auratnya.



Wallahualam bi shawab


(Sumber: I love Original Kawanimut)



Di Amerika ada suatu perlombaan yang bergengsi, yaitu spelling bee (lomba mengeja). Bagi anak-anak di Amerika, menjadi salah satu peserta lomba mengeja adalah hal yang membangggakan. Pasalnya tidak semua anak di Amerika bisa mengikuti lomba ini. Butuh tahap-tahap menuju lomba mengeja tingkat nasional. Mulai dari seleksi di sekolah masing-masing, tingkat regional, dan baru bisa mengikuti lomba di tingkat nasional.
Film Akeelah and The Bee bercerita tentang seorang anak perempuan berumur 11 tahun, yang bernama Akeelah Anderson. Ia adalah gadis berkulit hitam yang tinggal di Los Angeles, Amerika. Akeelah sangat senang bermain eja kata (spelling bee) di komputer dan tidak lupa menuliskan setiap kata baru yang diperolehnya di buku dengan hanya ditemani foto ayahnya.
Akeelah bisa dikatakan sebagai seorang anak kulit hitam yang cerdas. Ia merupakan siswa yang cerdas di sekolahnya. Walaupun sekolah tersebut bukanlah sekolah favorit, tetapi Akeelah mampu tumbuh menjadi siswa yang pintar terutama dalam mata pelajaran bahasa Inggris. Melihat kepintaran Akeelah, seorang gurunya meminta Akeelah untuk ikut lomba mengeja. Awalnya, Akeelah menolak permintaan dari gurunya. Alasannya karena ia menilai tidak mampu untuk ikut lomba berkelas seperti itu. Dalam kutipan dialog filmnya, Akeelah menyatakan bahwa ia bisa kencing berdiri kalau ditonton banyak orang. Akan tetapi, sejak ia melihat acara lomba tersebut di tv, ia tertarik dan memiliki keyakinan untuk ikut lomba mengeja.
Inspirator utama Akeelah adalah papanya. Setiap kali ia memiliki masalah, maka ia akan memandang wajah papanya, dan ia merasa tenang. Seorang gurunya memperkenalkan Akeelah dengan seorang pelatih mengeja yang bernama Dr. Joshua Larabee. Akeelah berlatih dengan baik, dan pada akhirnya ia bisa lolos mewakili sekolahnya untuk ikut lomba mengeja tingkat regional. Ketika Akeelah mengikuti lomba mengeja tingkat regional, ia nyaris tidak bisa lolos ke babak selanjutnya lantaran tidak bisa mengeja satu kata. Akan tetapi, keberuntungan ternyata berpihak kepada Akeelah. Salah satu peserta didiskualifikasi karena ketahuan curang.
Menuju lomba mengeja tingkat nasional tidaklah mudah. Banyak sekali hambatan yang harus dihadapi Akeelah. Ibunya tidak mengizinkan Akeelah ikut lomba ini karena Akeelah harus menyelesaikan ketertinggalan pelajaran pada musim panas. Sempat Akeelah menyerah, dan putus asa. “Ketakutan terdalam kita adalah bukan karena kita tidak cakap. Ketakutan terdalam kita adalah kekuatan kita dalam mengukur. Kita bertanya pada diri kita sendiri siapa aku sehingga aku cerdas, hebat, berbakat, dan menakjubkan? Sebenarnya, siapa sebenarnya dirimu? Kita dilahirkan untuk membuat manifestasi. Kemuliaan Tuhan dalam diri kita. Dan begitu kita biarkan cahaya menyala, kita tanpa sadar berikan orang lain kesempatan untuk lakukan hal yang sama.” Itu ladalah rangkaian kata yang terdapat di rumah Dr. Larabee. Rangkaian kata yang ditunjukkan Dr. Larabee mampu membuat Akeelah yakin dengan kemampuan yang ia miliki. Sekarang, ia yakin bisa memenangi lomba mengeja di tingkat nasional.
Akeelah berlatih sungguh-sungguh dengan Dr. Larabee. Bahkan, ia berlatih dengan grup mengeja di sekolah Javier yang jauh dari sekolahnya. Ia bertemu dengan teman-teman Javier, dan bertemu dengan Dyland Chiu. Dyland adalah seorang anak keturunan Korea yang memiliki otak yang cerdas. Ia menjadi juara kedua pada lomba mengeja di tingkat nasional pada tahun lalu. Saat perlombaan mengeja tingkat nasional semakin mendekat, Dr. Larabee tidak bisa lagi menjadi pembimbing Akeelah. Dr. Larebee meminta Akeelah menghapal 5000 kata.
Awalnya akeelah merasa sedih karena ia merasa ia telah ditinggalkan orang terdekatnya satu per satu sejak ia menjadi terkenal. Dan orang-orang di kota tempatnya tinggal mengharapkan ia untuk bisa menang. Hal itu sangat berat baginya. Namun, ibunya member nasihat pada Akeelah bahwa akan ada 50.000 orang yang akan menjadi pelatihnya. Akeelah belajar mengeja dengan orang-orang yang ada di sekitarnya.
Ketika perlombaan nasional berlangsung, Akeelah harus menyisihkan Dylan sebagai peserta tangguh yang menjadi juara kedua pada tahun lalu. Konflik mulai memuncak ketika Akeelah mengetahui bahwa Dyland sering ditekan oleh papanya agar bisa menjadi juara pada lomba mengeja tahun ini. Suasana semakin menegang. Pada akhirnya, Akeelah dan Dylan menjadi juara satu lomba mengeja tingkat nasional.


Tokoh utama dalam film ini adalah Joanna Eberhart, seorang produser pada sebuah stasiun tv yang terbilang cukup sukses. Dia sedang mempromosikan dua acara tv terbarunya yang berjudul a man, a woman and a buzzer dan I can do better. Namun ternyata program tv itu hanya menimbulkan kekacauan, dari ditembaknya 3 aktor pendukung acara tersebut, percobaan pembunuhan yang dia alami juga membuat ia dipecat dari pekerjaannya. Hal in membuat Joanna stress berat.
Suami Joanna, Walter Kresby mengundurkan diri dari pekerjaannya dan mengajak keluargana untuk pindah ke Stepford. Alasannya agar Joanna mendapakan suasana baru. Stepford merupakan tempat yang sangat nyaman, indah, dan aman. Sesampainya di sana mereka disambut oleh Claire Wellington yang berpenampilan seperti boneka Barbie dengan warna-warna bajunya yang cerah. Kemudian Joanna bertemu dengan Bobby Markowitz, seorang penulis Yahudi yang baru saja sembuh dari ketergantungan minuman keras, dan juga Roger Bannister, seorang gay yang merasa frustasi dengan pasangan gay-nya.
Joanna menyadari ada yang aneh dengan tempat ini. Semua perempuan-perempuan di sana berdandan seragam, rambut pirang, panjang, memakai baju seperti Barbie, cara senyum mereka sama, cara bicara. Atas komando dari Claire, ibu ibu-ibu Barbie ini ‘dituntut’ untuk selalu melayani suami mereka. Sementara suami-suami mereka, berkumpul di sebuah Club House. Di sana mereka hanyak main bilyar, ngobrol dan terkadang ‘merendahkan’ istri mereka.
Joana berusaha menyesuaikan diri dengan keanehan itu. Tapi, makin lama, Joana curiga, terutama ketika ada pesta rakyat, salah seorang istri, tiba-tiba berputar-putar tanpa kendali, tau-tau dia jatuh dan ‘pingsan’, tapi menurut Joana, perempuan itu mengeluarkan asap dari telinganya.
Joanna dan teman-temanny, Bobby dan Roger bersama-sama berusaha mencari tahu tentang keanehan yang terjadi pada istri-istri yang ada di Stepford Wives. Namun satu persatu teman-teman Joanna yaitu Bobby dan Roger juga berubah dan mulai bertingkah laku seperti robot. Akhirnya Joanna mengetahui bahwa pada dasarnya orang-orang tersebut bukan lagi manusia melainkan robot. Dan semua wanita-wanita di sana dulunya adalah wanita-wanita karir yang sukses.
Akan tetapi setelah mengetahui hal ini, Joanna lalu dipaksa oleh suaminya dan perkumpulan pria-pria di situ agar mau untuk diubah menjadi wanita sempurna seperti pasangan-pasangan mereka. Kemudian tiba-tiba Joanna berubah menjadi sama seperti mereka, walaupun sebenarnya dia sama sekali tidak berubah karena suaminya memutuskan lebih baik untuk memiliki Joanna yang biasanya dibandingkan hanya sebuah robot. Akhiranya mereka memutuskan untuk menghentikan semua keanehan yang terjadi di sana.



Sebenarnya ada apa sih dengan KKN??? Sampai sebegitu hebohnya orang2 membicarakan masalah KKN. Dari awal mulai semester enam, orang2 sudah pada heboh sama KKN. Apalagi setelah dibukanya pendaftaran KKN. Dan yang nggak kalah hebohnya lagi saat pengumuman lokasi KKN keluar. Nggak di dunia nyata, nggak di dunia maya, semua membicarakan KKN. Sampai2 grup unand 2009 wall nya penuh dengan berbagai postingan tentang KKN.
Sebenarnya aku juga heboh membicarakan KKN dengan teman2ku. Tapi gak seheboh orang lain. Saat pengumuman lokasi KKN kluar, aku dismsin oleh temanku Bae. Dia bilang klo pengumuman lokasi KKn udah keluar. Trus aku ditempatkan di kab. Agam, tapi dia lupa nama nagarinya. Saat aku sampai di kelas semua orang sudah heboh dengan pengumuman lokasi kkn. Aku pun juga tak mau ketinggalan. Rasa penasaranku juga bangkit untuk ingin tahu di mana aku ditempatkan dan siapa saja teman2ku nanti.
Setelah ku lihat, teman2 yang satu lokasi denganku ada 16 orang. Tapi entah kenapa beberapa hari setelah itu teman2 yang satu lokasi denganku cuma tinggal 13 orang. Nggak tau deh yang tiga lagi kemana. Aku cuma berharap teman2ku nanti semuanya baik2 dan kami bisa berteman dan bekerja sama dengan baik. ^_^
Besok adalah hari pertama coaching kkn. Beberapa teman2 yang satu lokasi kkn sudah ku temukan di fb. Kami juga sudah chatting2an dan tukaran nomor hp. Respon mereka baik2 smua. Smoga besok semuanya berjalan lancer dan baik. Amin Ya Rabb.





Segitiga Bermuda
Segitiga Bermuda atau The Bermuda Triangle mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita. (bener g ya?? Atau masih ada yg blum tw??). Segitiga Bermuda merupakan wilayah imajiner yang menghubungkan Puerto Rico, perairan Florida, dan Bermuda. Banyak peristiwa-peristiwa aneh yang terjadi ketika ada sesuatu yang melewati daerah Segitiga bermuda. Walaupun kejadian janggal itu tidak setiap hari terjadi.
Membicarakan topik ini memang gak akan ada habisnya dan selalu menjadi misteri. Sampai sekarang masih banyak pendapat mengenai Segitiga Bermuda ini. Mulai dari hal-hal yang bersifat ilmiah sampai pada hal-hal yang mistis.
Menurut Wikipedia Indonesia Segitiga Bermuda (bahasa Inggris: Bermuda Triangle), kadang-kadang disebut juga Segitiga Setan adalah sebuah wilayah lautan di Samudra Atlantik seluas 1,5 juta mil2 atau 4 juta km2 yang membentuk garis segitiga antara Bermuda, wilayah teritorial Britania Raya sebagai titik di sebelah utara, Puerto Riko, teritorial Amerika Serikat sebagai titik di sebelah selatan dan Miami, negara bagian Florida, Amerika Serikat sebagai titik di sebelah barat.
Segitiga bermuda sangat misterius. Sering ada isu paranormal di daerah tersebut yang menyatakan alasan dari peristiwa hilangnya kapal yang melintas. Ada pula yang mengatakan bahwa sudah menjadi gejala alam bahwa tidak boleh melintasi wilayah tersebut. Bahkan ada pula yang mengatakan bahwa itu semua akibat ulah makhluk luar angkasa.
Menurut catatan kebaharian, peristiwa terbesar yang pernah terjadi di wilayah ini adalah lenyapnya sebuah kapal berbendera Inggris, Atalanta, pada 1880. Tanpa jejak secuilpun, kapal yang ditumpangi tiga ratus kadet dan perwira AL Inggris itu raib di sana. Selain Atalanta, Segitiga Bermuda juga telah menelan ratusan kapal lainnya.
Flight 19 yang hilang di Segitiga Bermuda


 Di lain kisah, Segitiga Bermuda juga telah membungkam puluhan pesawat yang melintasinya. Peristiwa terbesar yang kemudian terkuak sekitar 1990 lalu adalah raibnya iring-iringan lima Grumman TBF Avenger AL AS yang lebih dikenal dengan “Flight 19″ tengah berpatroli melintas wilayah laut ini pada siang hari 5 Desember 1945. Setelah sekitar dua jam penerbangan komandan penerbangan melapor, bahwa dirinya dan anak buahnya seperti mengalami disorientasi. Beberapa menit kemudian kelima TBF Avenger ini pun raib tanpa sempat memberi sinyal SOS. Anehnya, misteri Avenger tak berujung di situ saja. Ketika sebuah pesawat SAR jenis Martin PBM-3 Mariner dikirim mencarinya, pesawat amfibi gembrot dengan tigabelas awak ini pun ikut-ikutan lenyap. Hilang bak ditelan udara.
Martin PBM-3 Mariner, yang ditugaskan mencari "Flight 19" juga hilang di segitiga Bermuda. Keesokan harinya ketika wilayah-wilayah laut yang diduga menjadi tempat kecelakaan keenam pesawat disapu enam pesawat penyelamat pantai dengan 27 awak, tak satu pun serpihan pesawat ditemukan.
Ajaibnya… Tahun demi tahun berlalu. Sekitar 1990, tanpa dinyana seorang peneliti berhasil menemukan onggokan kerangka pesawat di lepas pantai Fort Launderdale, Florida. Betapa terkejutnya orang-orang yang menyaksikan. Karena, ketika dicocok kan, onggokan metal itu ternyata bagian dari kelima TBF Avenger!
Dari penyelidikan terakhir Segitiga Bermuda tahun 2011 di program TV Discovery & National Geographic, menyatakan bahwa terjadinya gangguan mesin, kompas & alat navigasi lain karena adanya daya magnet lokal (bukan magnet kutub) yang dihasilkan dari bawah kulit bumi pada daerah tersebut. Bukti baru ini telah diselidiki oleh para ahli dengan citra satelit di daerah tersebut. Lalu para ahli beserta para pilot berpengalaman menyusuri daerah sekitarnya dan terbukti pula bahwa alat-alat navigasi dalam kokpit berubah dan terganggu. Karena  teknologi masa kini semakin canggih, maka dapat di pantau pula melalui satelit.
Dari citra satelit dengan infra red, ultra violet & lainnya yang memantau daerah itu telah terbukti bahwa di dalam kerak bumi pada daerah tersebut terdapat pusaran-pusaran lava panas yg menghasilkan gelombang-gelombang elektromagnet sampai menembus ke luar permukaan bumi. Pusaran-pusaran panas yang berupa lava cair di dalam kerak bumi berputar seperti layaknya hurricane atau thypoon yang diameternya sangat besar dan terjadi di bawah kerak bumi.
Jadi jika bumi diibaratkan balon yang diisi air, karet balon adalah kerak bumi sedangkan air dalam balon adalah magma/lava cair yang berada di dalam inti bumi. Cairan lava dibawah mantel Bumi tersebut memiliki tekanan dan panas yang berbeda-beda. Cairan tersebut juga memiliki “arus” dan dapat berputar-putar seperti jika kita baru merebus air. Gerak arus lava yang berputar-putar tersebut ternyata juga menimbulkan medan magnetik.
Medan magnet yang dihasilkan dapat menimbulkan gelombang elektromagnet dan dapat mempengaruhi alam sekitarnya hingga ke atas kerak bumi / permukaan bumi dan membuat alat navigasi menjadi berantakan dan tak berfungsi sempurna.
Akibat peralatan navigasi yang terpengaruhi oleh medan magnet dari putaran-putaran lava di dalam mantel Bumi inilah yang akhirnya membuat peralatan navigasi terganggu dan membuat tujuan atau rute yang direncanakan akan dituju mengubah halauan sang kapten dan pilot.
Hingga kini, tiada satupun ada orang yang selamat (survivor) yang berhasil ditemukan. Bahkan bangkai pesawatpun tak berbekas sama sekali. Oleh sebab itulah, teori mengenai medan magnet lokal akibat adanya putaran-putaran lava di dalam kerak Bumi bukan hanya satu-satunya teori.
Teori tentang akibat adanya campur tangan UFO atau pengaruh Geografi dan iklim (alamiah) serta pengaruh medan magnet, masih merupakan beberapa teori dari adanya teori-teori lainnya tentang Segitiga Bermuda ini. Selama itu belum mutlak pasti, misteri masih terbuka lebar. Namun yang jelas dalam beberapa dekade terakhir, kecelakaan sangat jarang sekali terjadi bahkan bisa dibilang tak ada. Jika ini karena adanya konspirasi lain apalagi diluar domain sains, misalnya karena menyangkut alien, UFO, makhluk laut jahat, bahkan makhluk gaib atau bahkan gas methane, pasti kecelakaan akan terus terjadi hingga saat ini.
Pastinya kita bertanya-tanya mengapa dalam beberapa dekade ini tak ada lagi kecelakaan yang berarti di segitiga bermuda? Semua itu disebabkan karena pada masa kini pesawat dan kapal laut tak lagi hanya menggunakan penunjuk arah yaitu Kompas saja. Namun pada masa kini semua transportasi tersebut sudah menggunakan sistim navigasi GPS (Global Positioning System) yang dipandu oleh minimal 3 buah satelit.
Itu sebabnya arah mata angin Utara, Selatan, Timur dan Barat akan lebih akurat dan takkan berpengaruh oleh medan magnet atau apapun itu.

(Sumber: Wikipedia, http://indocropcircles.wordpress.com/2011/11/17/fakta-nyata-dari-misteri-segitiga-bermuda/)



Hai teman-teman semua… Kali ini saya mau berbagi ilmu kepada teman-teman tentang Jurnalistik TV. Karena pas kuliah kemaren saya belajar tentang format berita TV, makanya sekarang saatnya saya sharing sama teman2 semua… (dari pada membusuk tersimpan dalam PC… hehehe :D)
Mau tau apa aja format beritannya? Yuk kita bahas aja satu per satu.

Ø  Reader.
Format berita TV ini merupakan format berita TV yang paling sederhana karena hanya berupa lead in yang dibacakan oleh presenter. Naskah berita ini dibuat begitu dekat dengan deadline atau saat siaran berita sedang berlangsung perkembangan peristiwa baru sampai ke tangan redaksi. Oleh karena itu berita ini tidak memiliki gambar ataupun grafik. Beritanya dapat berhubungan atau tidak berhubungan dengan berita yang sedang ditayangkan. Reader biasanya sangat singkat. Durasi maksimalnya 30 detik.

Ø  Voice Over (VO).
Nah.. kalau voice over ini lead in dan tubuh beritanya dibacakan oleh presenter seluruhnya. Voice over ini memiliki gambar yang disisipkan sesuai dengan konteks isi narasi saat presenter membacakan tubuh berita. Biasanya Natural Sound (suara lingkungan) yang terekam tetap dipertahankan, untuk membangun suasana dari peristiwa yang diberitakan. VO ini durasinya juga singkat, yaitu sekitar 20-30 detik.

Ø  Voice Over – Grafik.
VO-Grafik ini merupakan format berita TV yang lead in dan tubuh beritanya dibacakan oleh presenter seluruhnya. Namun, ketika presenter membaca tubuh berita, tidak ada gambar yang menyertainya kecuali hanya grafik atau tulisan. Hal ini mungkin terpaksa dilsayakan karena peristiwa yang diliput sedang berlangsung dan redaksi belum menerima kiriman gambar peliputan yang bisa ditayangkan.
 
Ø  Sound on Tape (SOT).
Kalau Sound on Tape (SOT) ini format beritanya hanya berisi lead in dan soundbite dari narasumber. Presenter hanya membacakan lead in berita, kemudian disusul oleh pernyataan narasumber (soundbite). Format berita ini dipilih jika pernyataan narasumber dianggap lebih penting ditonjolkan daripada disusun dalam bentuk narasi. Pernyataan yang dipilih untuk SOT ini sebaiknya yang amat penting atau dramatis, bukan yang datar-datar aja. Durasi SOT ini disesuaikan dengan kebutuhan, tapi biasanya maksimal satu menit.


Ø  Voice Over – Sound on Tape (VO-SOT).
Nah,, VO-SOT ini merupakan perpaduan antara voice over (VO) dan sound on tape (SOT). Lead in dan isi tubuh berita dibacakan presenter. Lalu di akhir berita dimunculkan soundbite dari narasumber sebagai pelengkap dari berita yang telah dibacakan sebelumnya. Format VO-SOT dipilih jika gambar yang ada kurang menarik atau kurang dramatis, namun ada pernyataan narasumber yang perlu ditonjolkan untuk melengkapi narasi pada akhir berita. Total durasi diharapkan sama dengan SOT yaitu sekitar 1 menit atau 60 detik, di mana sekitar 40 detik untuk VO dan 20 detik untuk soundbite.


Ø  Package (PKG).
Package merupakan format berita TV yang hanya lead in-nya aja yang dibacakan oleh presenter, tetapi isi berita merupakan paket terpisah. Paket beritanya ini ditayangin begitu presenter selesai membaca lead in. Paket berita sudah dikemas jadi satu kesatuan yang utuh dan serasi antara gambar, narasi, soundbite, dan bahkan grafis. biasanya tubuh berita ditutup dengan narasi. Format ini dipilih jika data yang diperoleh sudah lengkap, juga gambarnya dianggap cukup menarik dan dramatis. Kalau dirasa penting, reporter dapat muncul dalam paket berita tersebut (stand up) pada awal atau akhir berita. Durasi maksimal total sekitar 2 menit 30 detik.
  

Ø  Live on Cam.
Live on Cam adalah format berita TV yang disiarkan langsung dari lapangan atau lokasi peliputan. Sebelum reporter di lapangan menyampaikan laporan, presenter lebih dulu membacakan lead in dan kemudian ia memanggil reporter, di lapangan untuk menyampaikan hasil liputannya secara lengkap. Laporan ini juga bisa disisipi gambar yang relevan. Karena siaran langsung memerlukan biaya telekomunikasi yang mahal, tidak semua berita perlu disiarkan secara langsung.
Format ini dipilih jika nilai beritanya amat penting, luar biasa, dan peristiwanya masih berlangsung. Jika peristiwanya sudah berlangsung, perlu ada bukti-bukti yang ditunjukkan langsung kepada pemirsa. Durasinya disesuaikan dengan kebutuhan.


Ø  Live on Tape (LOT).
Live on Tape adalah format berita TV yang direkam secara langsung di tempat kejadian, namun siarannya ditunda (delay). Jadi, reporter merekam dan menyusun laporannya di tempat peliputan, dan penyiarannya baru dilsayakan kemudian. Format berita ini dipilih untuk menunjukkan bahwa reporter hadir di tempat peristiwa. Namun, siaran tak bisa dilsayakan secara langsung karena pertimbangan teknis dan biaya. Meski siarannya ditunda, aktualitas tetap harus terjaga. Durasi bisa disesuaikan dengan kebutuhan, namun biasanya lebih singkat dari format Live on Cam.

Ø  Live by Phone.
Live by Phone adalah format berita TV yang disiarkan secara langsung dari tempat peristiwa dengan menggunakan telepon ke studio. Lead in berita dibacakan presenter, dan kemudian ia memanggil reporter yang ada di lapangan untuk menyampaikan laporannya. Wajah reporter dan peta lokasi peristiwa biasanya dimunculkan dalam bentuk grafis. Jika tersedia, bisa juga disisipkan gambar peristiwa sebelumnya.



Ø  Phone Record.
Phone Record adalah format berita TV yang direkam secara langsung dari lokasi reporter meliput, tetapi penyiarannya dilayakan secara tunda (delay). Format ini sebetulnya hampir sama dengan Live by Phone, hanya teknis penyiarannya secara tunda. Format ini jarang digunakan, dan biasanya hanya digunakan jika diperkirakan akan ada gangguan teknis saat berita dilaporkan secara langsung.

Ø  Visual News.
Visual News adalah format berita TV yang hanya menayangkan (rolling) gambar-gambar yang menarik dan dramatis. Presenter cukup membacakan lead in, dan kemudian visual ditayangkan tanpa tambahan narasi apa pun, seperti apa adanya. Format ini bisa dipilih jika gambarnya menarik, memiliki natural sound yang dramatis (misalnya: suara jeritan orang ketika terjadi bencana alam atau kerusuhan, dan sebagainya).